Tips Performa

Manfaat Buah Cherry

Simak manfaat kesehatan lain dari buah cherry selengkapnya seperti yang dilansir dari Medical Daily...

Tips Mesin

Taman Bunga Terindah Di Dunia 2014

Hari ini, taman nasional tertua yang terletak di ibukota Amerika ini dikunjuni 1 juta orang setiap tahun nya. ...

Tips Kelistrikan

Gedung Tertinggi Di Asia Tenggara Tahun 2014

Bisa Dibayangkan Indonesia juga Bisa menciptakan Tower tertinggi didunia,...

Tips Kaki-kaki

10 Misteri Menyeramkan Di Dunia

Sebuah misteri yang diyakini masyarakat, tentang keberadaan hal- hal misterius yang sangat menyeramkan....

Otomotif Kitau

Jumat, 06 Desember 2013

Hipolikemia Atau Penyakit Gula Darah Rendah

Informasikita- Didunia ini memang banyak hal yang mesti kita pelajari dan kita pahami, baik yang kita lakukan maupun yang tidak kita lakukan, karena semua itu pasti akan bermanfaat bagi diri kita dan juga bagi orang lain. seperti halnya yang satu ini Hipolikemia atau penyakit gula darah rendah. simak artikelnya berikut ini :

Hipoglikemia adalah suatu keadaan dimana kadar gula darah hingga dibawah 60 mg/dl. Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg/dL. Sementara pada penderita diabetes (diabetes memiliki beberapa type, jadi silahkan merujuk kepada jenis diabetes yang ada), kadar gula darahnya tersebut berada pada tingkat terlalu tinggi (Hiperglikemia) dan pada penderita hipoglikemia, kadar gula darahnya berada pada tingkat terlalu rendah.

Hipoglikemia bisa disebabkan karena banyak faktor, antara lain adalah  :
  1. Kelebihan suntikan insulin yang diberikan
  2. Kurangnya pasokan glukosa
  3. Efek dari obat yang diberikan pada pengguna diabetes
  4. Minum alkohol
  5. Pola hidup yang tidak baik

Dalam mekanisme pengaturan kadar glukosa darah, ada beberapa hormon yang berperan, yaitu  :
  1. Glukagon : hormon ini berguna untuk meningkatkan kadar glukosa darah
  2. Insulin : insulin digunakan untuk menurunkan kadar glukosa darah. Pemberian insulin yang berlebihan dan tidak dikontrol, maka akan menyebabkan hipoglikemia
  3. Epineprin : hormon adrenalin yang satu ini adalah berfungsi untuk meningkatkan metabolisme
  4. Kortisol : kortisol sama fungsinya dengan glokagon, yaitu meningkatkan kadar glukosa darah

Hormon pertumbuhan dan insulin beerja secara berlawanan, apabila banyak insulin disekresikan, maka akan menyebabkan hormon pertumbuhan seperti glukagon dan epineprin kalah. Hal ini menyebabkan kadar gula dalam darah rendah dan akhirnya hipoglikemia.

Hipoglikemia ada 2 macam, yaitu :
  1. Hipoglikemia yang disebabkan karena terganggunya faktor fisiologi apabila hipohlikemia yang disebabkan karena faktor ini dan kemudia penderita pingsan, maka apabila ia dibiarkan begitu saja, penderita akan bangun dengan sendirinya. Mengapa demikian ?? karena pada saat pingsan, metabolisme seluruh tubuh akan terkurangi bebannya dengan istirahat (pingsan), maka mekanisme umpan balik negatif akan mengembalikan glukosa darah kembali seperti semula
  2. Hipoglikemia yang disebabkan karena faktor patologi apabila hipoglikemia yang disebabkan karena faktor patologi ini dibiarkan dan tidak ditangani dengan segera, maka akan dapat dipastikan bahwa penderita akan mengalami kematian.

Tanda dan ciri - ciri dari hipoglimekia  :
  1. Keringat dingin keringat dingin ini timbul juga karena adanya manifteasi dari syok, tapi belum sampai ke syok
  2. Lemas
  3. Takikardi (denyut nadi cepat)
  4. Cemas
  5. Lapar

Mekanisme Pengaturan Kadar gula darah
Apbila kadar gula dara naik, maka insulin akan disekresikan, setelah itu hepar akan terangsang dan menyebabkan terjadinya penyimpanan glukosa oleh sebagai glikogen di hati, apabila kelebihan itu masih ada juga maka akan disimpan dalam bentu lemak.

Begitu pula sebaiknya, apabila kadar gula dalam darah naik maka glukagon akan disekresikan, lalu tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik dengan meningkatkan kadar gula datah dengan pembongkaran glikogen, pembongkaran lemak (glikogenolisis) dan seluruh sel yang memerlukan glukosa dipaksa untuk menghemat pemakaian glukosa.

Selain itu, tanda - tanda dari hipoglikemia ini dibedakan menjadi 2 macam  :
1.  Neuroglikopenia  :  berhubungan langsung dengan saraf pusat
ciri - ciri  :
          a. bingung
          b. kejang
          c. keadaan paling fatal adalah kematia
2.  Neurogenik  : berhubungan langsung dengan saraf otonom
ciri - ciri  :
          a. lemah
          b. kesemutan
          c. tekanan sistol naik

Pada hipoglikemia ini untuk mencukupi kadar gila darah agar kembali ke normal, yaitu sekitar 70 - 100 mg/dl, maka apabila glukosa tidak mencukupi, tubuh akan merubah glikogen menjadi glukosa. Proses ini disebut glukoneogenesis (Pembentukan gkukosa dari bahan bukan karbohidrat). 

Setelah itu, apabila simpanan glikogen otot habis, maka tubuh akan menggunakan membongkar lemak. Proses ini terjadi di hati. Apabila pembongkaran ini terjadi dengan proses anaerob, asam laktat akan terbentuk secara otomatis. Penumpukan asam laktat yang berlebihan, maka akan menyebabkan tubuh menjadi asam, hal ini bisa menyebabkan terjadinya ketoasidosis. 

Ketoasidosis yang berkelanjutan maka akan berakhir dengan syok, dan akhirnya koma, lalu terjadilah kematian. Setelah semua lemak terbongkar, dan itu tidak cukup untuk menyediakan glukosa bagi tubuh, maka yang selanjutnya terjadi adalah pembongkaran protein.

Treatmen
Apabila terjadi hipoglikemia, maka hal - hal yang harus dilakukan adalah  :
1.  Apabila kondisi pasien dalam keadaan sadar dan bisa menelan, :
-  berikanlah glukosa
-  berikan permen (yang manis)
-  berikan jus buah (jeruk)
-  teh manis
2.  Apabila pasien dalam keadaan tidak sadar  :
-  pemberian glukagon melaui intravena
-  pemberian cairan detrosa secara intravena
-  operasi tumor apabila memang ada tumor penghasil insulin di tubuh pasien


Sedikit soal  :
1.  Hormon yang berperan dalam penyerapan glukosa darah : insulin
2.  Yang termasuk disakarida  :  sukrosa
3.  Ciri dari hipoglikemia  :  keluar keringat dingin dan lemas
4.  Pada saat puasa, hormon simpanan yang diubah adalah : alanin
5.  Glukoneogenesis  :  pembentukan glukosa dari glikogen
6.  Efek samping glikolisis anaerob  :  asam laktat
7.  Apabila pingsan terjadi, karena  :  kurangnya pasokan oksigen ke otak
8.  Apabila kadar glukosa darah rendah  : glukoneogenensis gagal

Demikian artikel tentang Hipolikemia atau penyakit gula darah rendah  semoga bisa bermanfaat dan bisa jadi bahan pembelajaran buat sobat semua.
Selengkapnya

Jumat, 29 November 2013

Cara Pemeriksaan Glukosa Pada Urine

Informasikita- Dalma kehidupan sehari - hari kita terkadang lupa atas kesehatan diri kita masing - masing, sebut saja salah satunya makan manisan, dimana terdapat banyak sekali kandungan gula didalamnya yang bisa berakibat buruk kepada kesehatan, seperti penyakit kencing manis dan sebaginya. maka dari itu sayamemposting Cara Memeriksa Glukosa Pada Urine, silahkan ikuti langkah berikut :

Cara Memeriksa Glukosa Pada Urin
A. TUJUAN 
Untuk mengetahui adanya glukosa di dalam urin

B. DASAR 
Glukosa mempunyai sifat mereduksi. Ion cupri direduksi menjadi cupro dan mengendap dalam bentuk merah bata. Semua larutan sakar yang mempunyai gugusan aldehid atau keton bebas akan memberikan reaksi positif. Na sitrat dan Na karbonat (basa yang tidak begitu kuat) berguna untuk mencegah pengendapan Cu++ . Sukrosa memberikan reaksi negative karena tidak mempunyai gugusan aktif (aldehid/keton bebas).
Reaksi benedict sensitive karena larutan sakar dalam jumlah sedikit menyebabkan perubahan warna dari seluruh larutan, sedikit menyebabkan perubahan warna dari seluruh larutan, hingga praktis lebih mudah mengenalnya. Hanya terlihat sedikit endapan pada dasar tabung.  Uji benedict lebih peka karena benedict dapat dipakai untuk menafsir kadar glukosa secara kasar, karena dengan berbagai kadar glukosa memberikan warna yang berlainan.

C. ALAT DAN BAHAN
Alat :
  1. Tabung reaksi
  2. Penjepit tabung reaksi
  3. Rak tabung
  4. Pipet tetes
  5. Corong
  6. Pipet volume
  7. Lampu spiritus/ bunsen
  8. Beker glass
  9. Bahan :
  10. 5 cc larutan benedict
  11. Urine patologis

D. CARA KERJA
Masukkan larutan benedict ke dalam  tabung reaksi sebanyak 5 c
Campurkan urin patologis 5 – 8 tetes ke dalam tabung yang telah berisi benedict
Panaskan tabung di atas spritus/Bunsen dan sambil dikocok perlahan sampai mendidih
Dinginkan dan amati terjadi perubahan warna atau tidak
Cara menilai hasil :
  • Negatif (-)                   : Tetap biru atau sedikit kehijau-hijauan
  • Positif (+)                   : Hijau kekuning-kuningan dan keruh (0,5-1% glukosa)
  • Positif (++)                 : Kuning keruh (1-1,5% glukosa)
  • Positif (+++)               : Jingga atau warna lumpur keruh (2-3,5% glukosa)
  • Positif (++++)             : Merah keruh ( > dari 3,5 % glukosa)

Demikian Toturial Cara Memeriksa Glukosa Pada Urine, baca juga Tahukah Anda..?? Tes hormon progesteron mampu tentukan risiko keguguran. semoga bermanfaat.
Selengkapnya

Penyebab dan Cara Pengobatan Cacing Clonorchis sinensis

Informasikita- Hello soabat semua, kembali lagi saya memposting materi ilmu Kesehatan yang berkenaan dengan masalah cacing Clonorchis sinensis yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia dan hewan pada umumnya,, ok langsung saja ya.......
 
●    Nama Latin     : Opisthorchis sinensis (Clonorchis sinensis)
●    Phylum          : Platyhelminthes
●    Sub Phylum    : -
●    Kelas            : Trematoda
●    Ordo             : Digenea
●    Family           : Opisthorchidae
●    Genus           : Clonorchis
●    Species         : Opisthorchis sinensis (Clonorchis sinensis)
●    Nama Daerah  : Cacing pipih
 
 
A. Cara penyebaran
        Terdapat di orient, tetapi tidak terdapat di Western Hemisphere. Reservoir/sumber     Siput merupakan pejamu perantara yang pertama. Sekitar 40 spesies ikan sungai    berperan sebagai pejamu perantara sekunder. Manusia, anjing, kucing dan banyak     spesies mamalia pemakan-ikan yang lain merupakan pejamu akhir.

B. Reproduksi

        Organ reproduksi trematoda komplex dan daur hidup biasanya melibatkan beberapa     tuan rumah yang berbeda, yang berakibat dalam penambahan kekuatan dari reproduksi.     Reproduksi dari sebagian besar keturunan diperlukan dalam hewan parasit kerena     kesempatan suatu individual akan mencapai tuan rumah baru agak enteng. Sebagian     besar trematoda hermaphrodit. Telur dari satu cacing mungkin dibuahi oleh spermatozoa     dari cacing yang sama, dengan fertilisasi silang dapat terjadi. Larva yang ditetaskan dari     telur trematoda ectoparasitic adalah berupa cilia dan berenang kira-kira sampai mereka     melekatkan diri ke tuan rumah yang baru. Trematoda endoparasitic biasanya terlewati     melalui daur hidup terkomplikasi seperti pada cacing hati.

C. Klonorkiasis
        Opisthorchis sinensis (Clonorchis sinensis) adalah cacing hati pada manusia, dan juga     terdapat pada kucing dan anjing, sebagai tuan rumah yang berfungsi seperti gudang. Hal     ini dipilih seperti contoh tipe untuk trematoda karena struktur kurang spesial dari pada     Fasciola hepatica, cacing pipih pada hati sapi . O. sinensis dewasa hidup di pembuluh    empedu pada manusia dan menyebabkan infeksi yang dapat menyebabkan kematian.

        Klonorkiasis adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing Clonorchis sinensis yang     juga dikenal dengan nama cacing hati oriental atau Cina merupakan Agens etiologi     Cacing/Helminthes (trematoda/cacing pipih): Karakteristik agens Clonorchis sinensis     adalah pada cacing dewasa hidup di saluran empedu, kadang-kadang juga ditemukan di     saluran pancreas. Ukuran cacing dewasa 10 - 25 mm x 3 - 5 mm, bentuknya pipih,     lonjong, menyerupai daun. Telur berukuran kira-kira 30 – 16 mikron, bentuknya seperti     bola lampu pijar dan berisi mirasidium, ditemukan dalam saluran empedu.. Warnanya     kuning kecokelatan yang mungkin disebabkan oleh warna empedu dan memiliki sebuah     organ pengisap oral dan sebuah pengisap ventral. Cacing ini bersifat hermafrodit. Telurnya     berukuran 20―30 μm x 15―17 μm; telur tersebut memiliki operkulum dan ukurannya     paling kecil di antara telur trematoda lain yang hidup dalam tubuh manusia.
        Gejala penderita cacing hati Clonorchis sinensi tidak nyata, kebanyakan terjadi secara     kronis, setelah terinfeksi baru perlahan lahan muncul gejala seperti hilang selera makan,     lemas, kurang enak di bagian atas perut, diare, kembung, pencernaan kurang baik, sakit di     bagian atas kanan perut dan hati membengkak. Bila jumlah parasit sangat banyak akan     menyumbat saluran empedu, radang empedu, atau penyakit kuning. Juga ada yang     terinfeksi lama sehingga berubah 3 menjadi batu empedu, bahkan hati mengeras     hepatis kanker.

D. Mata rantai infeksi
        Cara penularan dan Manusia terinfeksi karena memakan ikan air-tawar contoh     makanan yang mentah atau kurang matang yang mengandung terlibat dalam KLB larva     berbentuk kista (metaserkaria). Pada saat dicerna, larva cacing akan terbebas dari dalam     kista dan bermigrasi melalui duktus koledokus ke dalam percabangan empedu. Telur yang     terletak dalam saluran empedu diekskresikan ke dalam tinja. Telur dalam tinja     mengandung mirasidium yang sudah berkembang lengkap. Kalau telur ini dimakan oleh     siput yang rentan, telur akan menetas dalam usus siput, menembus jaringan tubuhnya dan     secara aseksual menghasilkan larva (serkaria) yang bermigrasi ke dalam air. Jika     mengenai pejamu perantara yang kedua, serkaria akan menembus tubuh pejamu dan     membentuk kista, biasanya dalam otot dan terkadang di bawah sisik. Siklus hidup cacing     klonorkis yang lengkap mulai dari siput, ikan sampai manusia memerlukan waktu     sedikitnya 3 bulan.
        Ikan yang mengandung metaserkaria akan termakan oleh manusia jika ikan tersebut     tidak dimasak dengan matang. Metaserkaria dalam bentuk kista masuk ke dalam sistem     pencernaan, kemudian berpindah ke hati melalui saluran empedu dan tumbuh menjadi     cacing dewasa.
        Masa inkubasi Tidak bisa diperkirakan; masa inkubasi bervariasi menurut jumlah     cacing yang ada. Gejala dimulai dengan masuknya cacing yang imatur ke dalam sistem     empedu dalam waktu satu bulan sesudah larva yang berbentuk kista (metaserkaria)     termakan oleh pasien. Gejala Gejala gangguan rasa nyaman pada abdomen kuadran     kanan atas dengan awitan yang bertahap, anoreksia, gangguan pencernaan, nyeri atau     distensi abdomen dan buang air besar yang tidak teratur.
        Pasien yang menderita infeksi berat akan mengalami perasaan lemah, penurunan     berat badan, gangguan rasa nyaman di daerah epigastrium, perasaan penuh dalam     abdomen, diare, anemia dan edema. Dalam stadium lanjut akan terjadi ikterus, hipertensi     porta, ascites dan perdarahan gastrointestinal atas.
        Gejala sisa Hati (terutama lobus kiri) akan membesar. Limpa dapat teraba hanya pada     sebagian kecil kasus klonorkiasis. Kolangitis piogenik yang rekuren merupakan komplikasi     serius klonorkiasis. Pankreas dapat turut terkena pada kasus infeksi C. sinensis yang     berat. Patologi klonorkiasis pankreas serupa dengan patologi pada lesi hepar, yaitu     terjadinya hiperplasia adenomatosa epitelium duktus. Kalau terjadi pankreatitis akut,     gambaran inflamasi akan terlihat. Kolangiokarsinoma juga berkaitan dengan klonorkiasis.     Infeksi berat yang berulang-ulang selama usia kanak-kanak pernah dilaporkan    menyebabkan dwarfisme disertai retardasi perkembangan seksual.

E. Pengobatan
  • Cara Diagnosis : Melalui mikroskop memeriksa sample tinja apakah ada telur cacing parasit, okista protozoa dan takizoit.
     Klonoisiasis oleh Clonorchis sinensis dewasa, diketemukan dalam tinja penderita, dapat I    nfasi dalam saluran empedu, sehingga penderita menerita sakit dihatinya disertai ikterus.     Bentuk dewasa dan telurnya dapat di ketemukan dalam tinja.

    Catatan : Cara pengobatan pelbagai penyakit parasit usus berbeda, harus
    memakai obat cacing menurut resep dokter.
F. Pencegahan Penyakit Klonorkiasis
        Pencegahan penularan cacing chlonorsis sinensis pada manusia dapat dilakukan     dengan cara memutus rantai hidup cacing ini, meliputi :

1.    Tindakan pengendalian Industri: pembuangan ekskreta dan air limbah/khusus kotor yang aman untuk mencegah kontaminasi pada air sungai; pengolahan air limbah untuk keperluan akuakultur; iradiasi ikan air tawar; pembekuan dingin; perlakuan panas, misalnya pengalengan.
2.    Tempat pengelolaan makanan/rumah tangga: memasak ikan air tawar sampai benar-benar matang. Konsumen harus menghindari konsumsi ikan air tawar yang mentah atau kurang matang.
Lain-lain: pengendalian siput dengan moluskisida jika memungkinkan; pengobatan pada masyarakat yang terinfeksi untuk mengurangi reservoir infeksi; pemberantasan anjing dan kucing liar.

G. Peran Keluarga dalam Usaha Pencegahan Penyakit Klonorsiasis
        Keluarga adaah sebagai sumber utama pola perilaku sehat. Peran keluarga dalam     berbagai perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, seperti aktivitas fisik, pola-pola     nutrisi, dan penggunaan substansi, dimana masing-masing perilaku tersebut memiliki     hubungan yang kuat dengan perkembangan dan pemeliharaan penyakit. Perilaku sehat     diperoleh dengan membentuk suatu sistem sosial dimana masing-masing anggota     keluarga membentuk suatu ikatan bersama, mencapai suatu tujuan (keadaan tubuh yang     sehat), dan mengelola keseimbangan (mempertahankan kondisi yang sehat).

        Peran keluarga adalah sebagai motivator, educator dan fasilitator. Berbagai usaha     harus dilakukan oleh keluarga untuk mencegah meluasnya penyebaran penyakit     klonorkiasis. Hal ini juga menunjukkan bahwa keluarga harus aktif dalam usaha     mengetahui lebih banyak dan sebisa mungkin menghindari faktor-faktor yang dapat     menyebabkan penyakit klonorkiasis ini. Misalnya saja seorang ibu yang kebanyakan diberi     tanggung jawab untuk memasak, jangan sampai memasak ikan dengan tidak sempurna     atau tidak matang.

        Terkait dengan peran keluarga ini, orang tua dapat membantu membangkitkan     kesadaran anaknya melalui pemberian penjelasan kepada anaknya mengenai berbagai     hal yang tepat mengenai penyakit ini bila orang tua mengetahui. Usaha untuk memberikan     pengetahuan ini juga dapat memancing orang tua untuk mencari tahu lebih banyak lagi     agar mereka dapat memberikan informasi yang memadai dan tepat kepada anak.     Misalnya memantau dan membimbing anak atau anggota keluarga lain agar ketika     membeli makanan di luar, misalnya ikan, haruslah berhati-hati pastikan ikan benar-benar     telah dimasak sempurna atau matang. Jadi peran keluarga dalam menghindari penyakit ini     merupakan suatu bagian yang cukup penting.

H. Pencegahan 
1.    Tidak makan makanan mentah (sayuran,daging babi, daging sapi dan daging ikan), buah dan melon dikonsumsi setelah dicuci bersih dengan air.
Minum air yang sudah dimasak mendidih baru aman.
Menjaga kebersihan diri, sering gunting kuku, membiasakan cuci tangan menjelang makan atau sesudah buang air besar.
      Tidak boleh buang air kecil/besar di sembarang tempat, tidak menjadikan tinja segar sebagai pupuk; tinja harus dikelola dengan tangki septik, agar tidak mencemari sumber air.
Di Taman Kanak Kanak dan Sekolah Dasar harus secara rutin diadakan pemeriksaan parasit, sedini mungkin menemukan anak yang terinfeksi parasit dan mengobatinya dengan obat cacing.
Bila muncul serupa gejala infeksi parasit usus, segera periksa dan berobat ke rumah sakit .

2.    Meski kebanyakan penderita parasit usus ringan tidak ada gejala sama sekali, tetapi mereka tetap bisa menularkannya kepada orang lain, dan telur cacing akan secara sporadik keluar dari tubuh bersama tinja, hanya diperiksa sekali mungkin tidak ketahuan, maka sebaiknya secara teratur memeriksa dan mengobatinya.

Demikianlah Artikel Penyebab dan Cara Pengobatan Cacing Clonorchis sinensis, betapa berbahayanya penyebaran cacing ini terhadap pertumbuah tulang kita. baca juaga artikel Cara Menguji Protein Didalam Urine.
Selengkapnya

Rabu, 27 November 2013

Cara Menguji Protein Didalam Urine

Informasikita- Ternyata didalam urine terdapat protein juga ea, untuk memastikan kandunyanya tersebut maka kita harus melakukan uji protein didalam urinenya.


TUJUAN

Untuk mengetahui adanya protein didalam urin
DASAR
Protein adalah sumber asam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N . Protein sangat penting sebagai sumber asam amino yang digunakan untuk memnbangun struktur tubuh. Selain itu protein juga bisa digunakan sebagai sumber energi bila terjadi defisiensi energi dari karbohidrat dan/atau lemak. Sifat-sifat protein beraneka ragam, dituangkan dalam berbagai sifatnya saat bereaksi dengan air, beberapa reagen dengan pemanasan serta beberapa perlakuan lainnya.
Urin terdiri dari air dengan bahan terlarut berupa sisa metabolisme (seperti urea), garam terlarut, dan materi organik. Cairan dan materi pembentuk urin berasal dari darah atau cairan interstisial. Komposisi urin berubah sepanjang proses reabsorpsi.
Biasanya, hanya sebagian kecil protein plasma disaring di glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal dan diekskresikan ke dalam urin. Normal ekskresi protein biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl urin. Lebih dari 10 mg/dl didefinisikan sebagai proteinuria. Adanya protein dalam urine disebut proteinuria.
Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan proteinuria adalah : penyakit ginjal (glomerulonefritis, nefropati karena diabetes, pielonefritis, nefrosis lipoid), demam, hipertensi, multiple myeloma, keracunan kehamilan (pre-eklampsia, eklampsia), infeksi saluran kemih (urinary tract infection). Proteinuria juga dapat dijumpai pada orang sehat setelah kerja jasmani, urine yang pekat atau stress karena emosi.
Untuk mengetahui adanya protein di dalam urin dilakukan pemeriksaan. Prinsip dari pemeriksaan ini terjadi endapan urine jika direaksikan dengan asam sulfosalisila.

ALAT DAN BAHAN
Alat :
1.     1 Tabung reaksi
2.     Penjepit tabung reaksi
3.     Rak tabung
4.     Pipet tetes
5.     Corong
6.     Pipet volume
7.     Lampu spiritus/ bunsen
8.     Beker glass
Bahan :
1.     Asam Asetat 6%
2.     Urin patologis
CARA KERJA
1.     Isi urine normal pada tabung 1 dan urin patologis pada tabung 2 hingga dua per tiga tabung
2.     Kedua tabung di miringkan, panaskan bagian atas urin  sampai mendidih
3.     Perhatikan apakah terjadi kekeruhan dibagian atas urin tersebut dengan cara membandingkan dengan urin bagian bawah.
4.     Jika urine dalam tabung tidak terjadi kekeruahn  maka hasilnya negatif
5.      jika urin dalam dalam tabung terjadi kekeruhan  maka tambahkan asam asetat 6% sebanyak 3-5 tetes.
6.     Panaskan lagi sampai mendidih, Jika urine kembali bening/kekeruahn menghilang maka hasilnya negatif. Jika kekeruahn urin tetap ada maka hasilnya positif.
7.     Beri penilaian terhadap hasil pemeriksaan tersebut
Cara menilai hasil :

    • ·         Negatif              : tidak ada kekeruhan
    • ·         Positif +            : kekeruhan ringan tanpa butiran (0,01-0,05% protein)
    • ·         Positif ++          : kekeruhan mudah dilihat dan dengan butiran (0,05-0,2% protein)
    • ·         Positif +++        : Urin jelas keruh dan kekeruhan dengan kepingan (0,2-0,5 % protein)
    • ·         Positif ++++      : Urin sangat keruh dan kekeruhan dengan gumpalan ( > dari 0,5 % )
Demikian Artikel ini. semoga bermanfaat
Selengkapnya

Kamis, 13 Juni 2013

Manfaat Buah Cherry Bagi Kesehatan Dan Dapat Mengatasi Insomnia

Informasikita- Berbicara Tentang buah emang asik loe, apalagi buah yang satu ini Buah cherry, Cherry adalah salah satu buah yang mengandung antioksidan tinggi, sumber melanin yang baik, serta makanan yang ampuh mengatasi masalah insomnia. Simak manfaat kesehatan lain dari buah cherry selengkapnya seperti yang dilansir dari Medical Daily berikut ini.

1. Anti inflamasiKonsumsi cherry dikaitkan dengan penurunan inflamasi pada tubuh. Selain itu, makan buah cherry juga mengurangi risiko radang sendi, encok, dan masalah asam urat.

2. Mencegah diabetes
Karena mengandung antioksidan bernama anthocyanin, cherry adalah buah yang mampu meregulasi insulin dengan seimbang. Sehingga makan buah cherry sama dengan berusaha mencegah penyakit diabetes tipe 2.

3. Menurunkan risiko sakit jantung
Jus buah cherry adalah makanan lezat sekaligus sehat bagi jantung. Pasalnya cherry mampu menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung, baik dikonsumsi dengan obat-obatan maupun tidak.

4. Menangkal kanker
Konsumsi buah cherry setiap hari memiliki manfaat mengontrol lingkar pinggang. Secara tidak langsung, pencegahan obesitas juga sekaligus menangkal risiko tujuh jenis penyakit kanker, salah satunya adalah usus besar.

5. Memperbaiki memori
Sebuah penelitian pernah membuktikan bahwa antioksidan pada buah cherry mampu meningkatkan kualitas fungsi ingatan terhadap tikus percobaan laboratorium.

6. Mengatasi insomnia

Susah tidur? Cobalah rajin makan buah cherry saat makan malam. Penelitian sudah membuktikan kalau buah yang satu ini mampu mengatasi insomnia dan meningkatkan kualitas tidur di malam hari.

Itulah berbagai manfaat kesehatan yang bisa Anda dapatkan jika makan buah cherry. Selain itu masih banyak juga buah yang enak tapi mengandung banyak manfaat seperti buah Alpukat, Tomat, Jaeruk dll,
Selengkapnya

Tes Hormon Progesteron Mampu Tentukan Risiko Keguguran

Informasikita- Selamat pagi sob, semoga hari ini menjadi hari yang lebih baik dari hari" sebelumnya, hari ini saya mau berbagi artikel Kesehatan buat ibu hamil, Tahukah Anda bahwa Tes hormon progesteron mampu tentukan risiko keguguran , nah kalo masih binggung silahkan lanjutkan membaca, semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang kesehatan ibu hamil, 




Tes hormon progesteron tersebut paling akurat dilakukan dengan menggunakan USG. Hal itu dilaporkan para peneliti dari University of Birmingham di Inggris dalam British Medical Journal. Tentu saja, percobaan selanjutnya harus tetap diawasi untuk mengetahui pemicu lain dari keguguran yang dialami ibu hamil.

Selama ini, sebanyak satu dari tiga wanita hamil kerap mengalami nyeri abdomen dan pendarahan di vagina pada trimester kehamilan. Tes USG pun dilakukan apakah kehamilan tersebut bisa bertahan atau tidak. Sayangnya 30 persen dari kasus selalu menghasilkan kesimpulan yang tidak jelas.

Progesteron sendiri sebenarnya adalah hormon wanita yang meningkatkan konsentrasi saat wanita hamil. Sebelumnya memang telah ada penelitian yang menyebutkan pemeriksaan progesteron di awal kehamilan bisa menentukan risiko keguguran. Namun hasil dari studi tersebut cukup bertentangan.

Akhirnya, para peneliti yang sekarang menganalisis 26 hasil studi yang sudah ada yang melibatkan 9.436 wanita hamil. Masa kehamilan mereka kurang dari 14 minggu dan menderita nyeri abdomen atau pendarahan vagina. Kemudian sebanyak 2.300 wanita menerima hasil tes USG yang tidak jelas, sementara sisanya tidak melakukan pemeriksaan sama sekali.

Di antara wanita yang melakukan tes USG, sebesar 73 persen dari mereka berisiko mengalami keguguran. Tetapi di antara wanita yang kadar progesteron mereka sangat rendah (3-6 nanogram per mililiter), risiko keguguran lebih tinggi dan mencapai angka 99 persen.

Peneliti juga mencatat kalau tes progesteron sayangnya tidak bisa membedakan wanita yang mengalami kehamilan di luar rahim yang berisiko mengalami keguguran dengan mereka yang pernah keguguran atau kehamilan yang normal.

Demikian Artikel ini semoga bisa bermanfaat dan menjadi bahan pertimbangan untuk keluarga anda dalam memeriksakan hormon. semoga bermanfaat
sumber : http://www.merdeka.com/sehat/tes-hormon-progesteron-mampu-tentukan-risiko-keguguran.html
Selengkapnya

Cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase

Informaikita- Selamat malam, berbicara tentang ilmu memang tidak ada habisnya, salah satunya ilmu kesehatan yang sangat vital dikehidupan, maka dari itu saya mau mencoba mau berbagi tentang Cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase, silhkan lanjutkan

A.    Tujuan
Mengetahui cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase dan mengetahui aktivitas enzim Cholinesterase dalam serum yang diperiksa.

Pemeriksaan Enzim Cholinesterase


B.     Prinsip
  1. Prinsip kerja   : Pengujian darah yang mengandung enzyme cholinesterase membebaskan asam asetat dari acetyl choline sehingga akan merubah pH larutan (mixture) darah dan indicator.
  2. Prinsip Reaksi  :  Butyrylthiocholine + H2O cholinesterase     Thiocholine + butyrate thiocholine + 2 [ Fe (CN)6 ]3- + H2O          choline + 2 [ Fe (CN)6 ]4- + H2O.

C.    Dasar  Teori

Cholinesterase test adalah metode yang digunakan untuk melakukan uji keracunan pada seseorang yang terpapar (organophosphates exposed) pestisida golongan organo phosfat.
         Asetylcholinesterase (ChE) adalah enzim yang berfungsi menghidrolisis acetylcholine.Active site dari cholinesterase terdiri dari 2 sub, yaitu esteratic site dan aniotik site. Cholinesterase atau disebut enzim asetylcholinesterase adalah suatu enzim yang terdapat didalam membran sel terminal syaraf kolinergik juga pada membran lainnya, seperti dalam plasma darah, sel plasenta yang berfungsi sebagai katalis untuk menghidrolisis acetylcholine menjadi choline dan acetat. Acetylcholine adalah suatu agen yang terdapat dalam fraksi ujung syaraf dari sistem syaraf yang akan menghambat penyebaran impuls dari neuron ke post ganglionik.
          Cholinesterase disintesis didalam hati atau liver, terdapat dalam sinaps, plasma darah dan sel darah merah. Sekurang- kurangnya ada 3 jenis cholinesterase utama, yaitu enzim cholinesterase yang terdapat dalam sinaps, cholinesterase dalam plasma, dan cholinesterase dalam sel darah merah. Cholinesterse sel darah merah merupakan enzim yang ditemukan dalam sistem syaraf, sedangkan cholinesterase plasma diproduksi didalam hati. Cholinesterase dalam darah umumnya digunakan sebagai parameter keracunan pestisida, karena cara ini lebih mudah dibandingkan pengukuran cholinesterase dalam sinaps.

D.    Sampel
Sampel yang digunakan adalah darah perifer sebanyak 0.01 mL (10 mL) yang diambil pada jari (finger).

E.     Alat dan Bahan
  1. Tintometer Kit
  2. Disc Comparator
  3. Tabung Test + Karet penutup + Rak
  4. Pipet darah 0.01 mL
  5. Cuvet 2.5 mm
  6. Gelas ukur 50 mL
  7. Labu Volumetri 250 mL
  8. Beaker Glass
  9. Lancet (jarum franc)
  10. Stop watch
  11. Kompor /Heather
  12. Thermometer
  13. Reagen

Indicator Solution  =>    BTB 0.5 g dilarutkan dalam 250 mL distillated water (free CO2) – ketepatan konsentrasi cukup penting dalam pembuatan larutan indicator.
Substrate Solution   =>   Acetylcholine Per chlorate (ACP) 0.25 gram dilarutkan dalam 50 mL destilated water (free CO2) – konsentrasi tidak penting dalam pembuatan larutan namun larutan harus selalu dalam keadaan fresh (baru)
Aquadest Bebas CO2 =>  Panaskan aquadest dalam beaker glass dengan penutup kira2 10 menit dan dinginkan.

G.    Cara Kerja Analisa
1.    Reagent Test
       Digunakan untuk menguji larutan apakah masih memenuhi persyaratan atau kadaluarsa, cara menguji :
  • Ambil tabung test lengkap dengan penutupnya tempatkan pada rak yang tersedia
  • Dengan menggunakan pipet pada botol yang berlabel “indicator” tambahkan 0.5 mL indicator solution kedalam tabung test (tutup secepatnya)
  • Ambil darah perifer 0.01 mL pada control person (tdk terpapar organo phosfat) masukkan dalam tabung yang telah besisi larutan BTB (indicator) dan bilas
  • Tambahkan 0.5 mL larutan ACP kedalam tabung test
  • Kocok dengan pelan jangan sampai timbul gelembung
  • Pindahkan larutan dari tabung test ke cuvet 2.5 mm
  • Masukkan cuvet dalam Comparator Disc di sebelah kanan
  • Putar comparator sampai hasilnya cocok dengan warna standard
  • Baca hasil yang diperoleh (hasil harus 12.5% atau kurang)

2.    Blood Blank (Blanko darah)
  • Ambil darah 0.01 mL darah control person masukkan dalam tabung test yang telah berisi 1.0 mL aquadest (free CO2)
  • Pindahkan larutan kedalam cuvet 2.5 mm dan tempatkan pada comparator sebelah kiri dan jangan dipindah sampai pemeriksaan darah sample.

 3.  Menentukan waktu time Zero dan Match
  • Ambil darah control person 0.01 mL dan masukkan dalam tabung test yang sudah berisi larutan BTB 0.5 mL
  • Tambahkan larutan ACP 0.5 mL kedalam tabung dan secara bersamaan start “STOP WATCH” disebut time zerro
  • Kocok hingga larut dan secepatnya masukkan dalam cuvet dan tempatkan pada comparator sebelah kanan
  • Amati perubahan warna larutan dengan sambil memutar disc sampai hasil sesuai dengan warna standar 100%
  • Catat waktu yang diperoleh (waktu MATCH), biasanya sekitar 20-30 menit tergantung dari suhu setempat
  • Waktu yang diperoleh digunakan untuk standar waktu pembacaan pada darah “SAMPLE”

4.    Uji Sample
  • Ambil darah sample 0.01 mL masukkan dalam tabung yang telah berisi 0.5 mL larutan indicator (BTB)
  • Tambanhkan 0.5 mL larutan ACP pada tabung dan kocok hingga rata
  • Pindahkan secepatnya ke cuvet dan masukkan ke comparator sebelah kanan
  • Baca hasil sesuai waktu MATCH

H.    Analisa Hasil Pengamatan
a.     Perhitungan
Aktivitas Enzim Cholinesterase :  = (A1 – A2) + ( A2 – A3)  X  faktor

                                                                                    2

                                                              = (1,491 – 1,446) + (1,446 – 1,397)  X 68500

                                                                                                2

                                                              = 0,045 + 0,049  X  68500

                                                                             2                                       

                                                              = 3219 u/l
b. Nilai Normal
  1. Laki – laki    = 4620 – 11500 u/l
  2. Perempuan = 3990 – 10800 u/l

c. Hasil pembacaan berupa prosentase dengan kategori sebagai berikut :
  • 100%-75% dari normal    :  Tidak ada tindakan, tapi perlu test ulang dalam waktu dekat.
  • 75%-50% dari normal   : Mungkin over exposure : test ulang, hindarkan dari pekerjaan dengan pestisida organophosfat selama 2 minggu dan test ulang untuk recovery.
  • 50%-25% dari normal     : Serious over exposure : test ulang, hindarkan dari seluruh pekerjaan dengan pestisida organophosfat, jika sakit bawa ke dokter (medical check).
  • 25%-0% dari normal      : Very Serious over exposure : test ulang, hindarkan dari pekerjaan dengan pestisida organophosfat sampai ada hasil medical check.

I. Pembahasan
  1. Pada saat mencampur serum dengan reagen, harus tercampur sempurna karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
  2. Usahakan tidak ada gelembung dipermukaan cairan, karena akan mempengaruhi hasil pemeriksaan.
  3. Pegang kuvet bagian atas, bukan bagian bawah karena warna yang diabsorpsi oleh spektrofotometer adalah bagian bawah juga saat memasukkan kedalam spektrofotometer dilap dengan tissu.

J. Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilaksanakan, dapat disipulkan bahwa praktikan dapat mengetahui cara pemeriksaan aktivitas enzim Cholinesterase dan hasil pemeriksaan serum adalah 3219 u/l.

Referensi
  • Callaghan, Chris. 2007. At a Glance Sistem Ginjal. Edisi Kedua. Erlangga. Jakarta.
  • D.N. Baron, alih bahasa : P. Andrianto, J. Gunawan. 1990. Kapita Selekta Patologi Klinik, Edisi 4, EGC, Jakarta.
  • oyce Lefever Kee. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik, EGC, Jakarta.
  • http://www.ilmukesker.com/tes-cholinesterase-45.html

Demikianlah Artikel Tentang pemeriksaan Enzim Cholinesterase, baca juga Pemeriksaan Protein Total Darah dan Artikel Tentang Pengertian Asam dan Basa  Semoga bermanfaat, jangan lupa komentarnya ya.
Selengkapnya

Pemeriksaan Protein Total Darah

Selamat malam sob,, saya mau berbagi artikel Tentang cara Pemeriksaan Protein Total Darah, artikel ini sudah lama disimpan di hardisk, mending berbagi sama sobat semua, semoga bisa bermanfaat,


Selengkapnya

Senin, 08 Oktober 2012

Pengertian Asam dan Basa

Informasikita- Banyak sekali artikel website yang sudah memuat artikel ini, tapi saya juga pantang menyerah demi berbagi sama sobat semua saya posting tentang Pengertian Asam dan Basa, silahkan lanjutkan membaca,


A. Asam
Asam itu asal ya dari bahasa latin, yaitu denfan ktaacidus yang artinya masam. Asam menurut Arrhenius adalah senyawa yang menghasilkan ion hidrogen ketika larut dalam pelarut air. Kekuatan asam ditentukan oleh banyak-sedikitnya ion hidrogen yang dihasilkan. Semakin banyak ion H+ yang dihasilkan, semakin kuat sifat asamnya.

No    Nama asam        Terdapat dalam

1.    Asam asetat        Larutan cuka
2.    Asam askorbat        Jeruk,tomat,sayuran
3.     Asam sitrat        Jeruk
4.     Asam tanat        Teh
5.     Asam karbonat        Minuman berkarbonasi
6.     Asam klorida        Lambung
7.     Asam nitrat        Pupuk,peledak (TNT)
8.    Asam laktat        Susu yang difermentasikan
9.     Asam sulfat        Baterai mobil,pupuk
10.    Asam benzoat        bahan pengawet makanan

1. Sifat asam
Suatu zat dapat dikatakan asam apabila zat tersebut memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

  1. Memiliki rasa asam/masam/kecut jika dikecap.
  2. Menghasilkan ion H+ jika dilarutkan dalam air.
  3. Memiliki pH kurang dari 7 (pH < 7).
  4. Bersifat korosif, artinya dapat menyebabkan karat pada logam.
  5. Jika diuji dengan kertas lakmus, mengakibatkan perubahan warna sebagai berikut : 

    • Lakmus biru -> berubah menjadi warna merah.
    • Lakmus merah -> tetap berwarna merah.
     6.  Menghantarkan arus listrik.
     7. Bereaksi dengan logam menghasilkan gas hidrogen.

2. Pengelompokan asam
Berdasarkan kekuatannya, asam itu terbagi menjadi dua kelompok, yaitu:

  1. Asam kuat, yaitu asam yang banyak menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (asam yang terionisasi sempurna dalam larutannya).
  2. Asam lemah, adalah asam yang sedikit menghasilkan ion yang ada dalam larutannya (hanya terionisasi sebagian).
Asam juga berguna dalam kehidupan sehari-hari kita lho, contohnya    adalah sebagai berikut :

  • Proses dalam pembuatan pupuk
  • Proses dalam Pembuatan obat-obatan
  • Pembersih permukaan logam
  • Proses pembuatan Bahan peledak
  • Proses pembuatan Pengawet makanan
3. Basa
Basa kalu menurut Arrhenius ialah senyawa yang terlarut dalam air yang sudah menghasilkan ion hidroksida (OH). Semakin banyaknya jumlah ion OH yang dihasilkan, maka semakin kuat lah sifat basanya. Basa juga dapat menetralisasikan  asam (H+) dan menghasilkan air (H20).

Inilah Beberapa basa yang sudah dikenal oleh manusia yang dapat dilihat pada tabel berikut :

No      Nama asam                                   Terdapat dalam
1.       Aluminium hidroksida               Deodoran dan antasida
2.       Kalsium hidroksida                  Mortar dan plester
3.       Magnesium hidroksida         Obat urus-urus dan antasida
4.       Natrium hidroksida                           Bahan sabun

4. Karakteristik basa
Suatu zat dapat dikatakan basa jika zat tersebut punya sifat sebagai berikut.

  1. Rasanya itu Pahit dan terasa licin pada kulit.
  2. Apabila dilarutkan dalam air zat tersebut akan akan menghasilkan ion OH”.
  3. Memiliki pH di atas 7 (pH > 7).
  4. Bersifat elektrolit.
  5. Menetralkan sifat asam.
  6. Jika diuji menggunakan kertas lakmus akan memberikan hasil sebagai berikut.
    • Lakmus merah -> berubah warnanya menjadi biru.
    • Lakmus biru -> tetap berwarna biru
5. Pengelompokan basa
Berdasarkan kemampuan melepaskan ion OH”, basa dapat terbagi menjadi 2 yaitu :
  1. Basa kuat, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH dalam jumlah yang besar. Basa kuat biasanya disebut dengan istilah kausatik. Contohnya kayak Natrium hidroksida, Kalium hidroksida, dan Kalsium hidroksida.
  2. Sedangkan Basa lemah, yaitu basa yang bisa menghasilkan ion OH” dalam jumlah kecil.Contohnya kayak ammonia.
6. Penggunaan basa dalam suatu kehidupan sehari-hari

  1. Bahan dalam pembuatan semen.
  2. Pembuatan deterjen/sabun.
  3. Baking soda dalam pembuatan kue
Demikian artikel  Pengertian Asam dan Basa, Tahukah Anda..?? Tes hormon progesteron mampu tentukan risiko keguguran dan Cara Pemeriksaan Enzim Cholinesterase semoga bermanfaat.
Selengkapnya

Sabtu, 06 Oktober 2012

Cara Pemeriksaan Rumple Leed tes

http://teknologi-profesional.blogspot.com/
InformasiKita- Rumple leed test adalah salah satu cara yang paling mudah dan cepat untuk menentukan apakah terkena demam berdarah atau tidak. Rumple leed adalah pemeriksaan bidang hematologi  dengan  melakukan pembendungan pada bagian lengan atas selama 10 menit untuk uji diagnostik kerapuhan vaskuler dan fungsi trombosit. Prosedur pemeriksaan Rumple leed tes yaitu :


1. Pasang ikatan sfigmomanometer pada lengan atas dan pump sampai tekanan 100 mmHg (jika tekanan sistolik pesakit < 100 mmHg, pump sampai tekanan ditengah-tengah nilai sistolik dan diastolik).

2.  Biarkan tekanan itu selama 10 minit (jika test ini dilakukan sebagai lanjutan dari test IVY, 5 minit sudah mencukupi).
3.  Lepas ikatan dan tunggu sampai tanda-tanda statis darah hilang kembali. Statis darah telah berhenti jika warna kulit pada lengan yang telah diberi tekanan tadi kembali lagi seperti warna kulit sebelum diikat atau menyerupai warna kulit pada lengan yang satu lagi (yang tidak diikat).
4.  Cari dan hitung jumlah petechiae yang timbul dalam lingkaran bergaris tengah 5 cm kira-kira 4 cm distal dari fossa cubiti.
Catatan:

Jika ada > 10 petechiae dalam lingkaran bergaris tengah 5 cm kira-kira 4 cm distal dari fossa cubiti test Rumple Leede dikatakan positif. Seandainya dalam lingkaran tersebut tidak ada petechiae, tetapi terdapat petechiae pada distal yang lebih jauh daripada itu, test Rumple Leede juga dikatakan positif  . Semoga Bermanfaat.
Selengkapnya
 
Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube flickr
© Copyright 2012 Informasi Teknologi, Sejarah, Alam Wisata, Kesehatan Template Modify by INFORMASI KITA | Powered by Blogger.com.