Tips Performa

Manfaat Buah Cherry

Simak manfaat kesehatan lain dari buah cherry selengkapnya seperti yang dilansir dari Medical Daily...

Tips Mesin

Taman Bunga Terindah Di Dunia 2014

Hari ini, taman nasional tertua yang terletak di ibukota Amerika ini dikunjuni 1 juta orang setiap tahun nya. ...

Tips Kelistrikan

Gedung Tertinggi Di Asia Tenggara Tahun 2014

Bisa Dibayangkan Indonesia juga Bisa menciptakan Tower tertinggi didunia,...

Tips Kaki-kaki

10 Misteri Menyeramkan Di Dunia

Sebuah misteri yang diyakini masyarakat, tentang keberadaan hal- hal misterius yang sangat menyeramkan....

Otomotif Kitau

Rabu, 12 Desember 2012

Gedung Tertinggi Di Asia Tenggara Tahun 2014

Informasikita- Garuda didadaku, walau dikategorikan sebagai negara yang masih saja berkembang tetapi kita mesti bangga dengan yang satu ini. Tak disangka Indonesia bisa juga menciptakan Tower tertinggi didunia, inilah adalah bukti nyata bahwa Indonesia Bisa melakukan segalanya, Pepatah mengatakan Selagi Ada kemauan disitu pula ada jalan... 

http://teknologi-profesional.blogspot.com/
  
         Proyek gedung Signature Tower, calon menara tertinggi di Indonesia masih terus dirancang. Signature Tower rencananya selesai dan siap beroperasi tahun 2017.

Demikian disampaikan PT Danayasa Arthatama Tbk, selaku pengelola kasawan bisnis terpadu SCBD Jakarta dalam laporan keuangan 2011, seperti dikutip detikFinance, Minggu (6/5/2012). Signature Tower rencananya akan dibangun pada Lot 6 dan 7 di SCBD, Jakarta. Gedung ini dirancang setinggi 600 meter lebih dengan jumlah 111 lantai.

"Pada saat ini perusahaan masih dalam tahap perencanaan pengembangan konsep desain awal gedung Signature Tower yang memiliki 111 lantai," kata Direktur Utama Danauasa Arpin Wiradisastra.

LOT 6 kawasan SCBD kini masih berdiri banguna Automall. Sewaktu masih beroperasi, Automall merupakan tempat penjualan mobil dan motor mewah. Namun kini gedung ini telah kosong, dan nampak tidak ada aktivitas.

Gedung ini bagian dari Kawasan SCBD yang dikelola oleh oleh PT Danayasa Arthatama Tbk. Kepemilikan saham Tomy Winata di PT Danayasa Arthatama Tbk 0,001%, kemudian publik 17,58% dan pemegang mayoritas adalah PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tbk sebesar 82,4%.

Sementara itu, kepemilikan saham Tomy Winata di PT Jakarta International Hotels & Development (JIHD) Tb sebesar 15,87%, Sugianto Kusuma 9,76%, Santoso Gunara 0,40%, pemegang saham Indonesia, masing-masing dibawah 5% dengan total kepemilikan saham 53,32% dan pemegang saham asing dengan masing-masing persentase kurang dari 5% dengan total 20,65%.

Wakil Presiden Direktur PT Jakarta International Hotels & Development Tbk Santoso Gunara sebelumnya memaparkan rencana pembangunan Signature Tower ini. Gedung Signature Tower berfungsi sebagai bangunan mixed-use, perkantoran dan hotel.

Signature Tower akan menjadi kebanggaan bangsa dan dapat menjadi tempat wisata bagi masyarakat umum. "Diatasnya akan ada observatory untuk turis maupun student, kayak dulu aja orang mau ke Monas, sama saja gedung-gedung tinggi 100 lantai lainnya di dunia, karena view-nya pasti bagus," jelas Santoso beberapa waktu lalu.
Selengkapnya

Rabu, 03 Oktober 2012

Pengenalan Dan Penerapan Peralatan Analisis




Dasar Teori
           Menggunakan alat dengan betul merupakan syarat untuk memperoleh hasil-hasil yang betul pada analisis kuantitatif . Cara penggunaan yang benar ini ditanamkan pada diri dari permulaan, bagi percobaan-percobaan selanjutnya.
Dalam praktikum ini kita akan belajar mengenal dan menggunakan alat:

1.Pipet
2. Labu takar
3. Buret

Praktikum melatih kita untuk:
1. memilih alat yang benar bagi tujuan tertentu
2. memeriksa alatnya apa bekerja dengan baik
3. membersihkan alatnya
4. mempersiapkan alatnya untuk reagen tertentu
5. menggunakan alatnya.

Alat dan Bahan
A. Alat:
- labu takar 250 mL : 2 buah
- Erlenmeyer 250 mL : 2 buah
- Gelas piala 250 mL : 2 buah
- Batang pengaduk : 1 buah
- Pipet 25 mL : 1 buah
- Pipet 20 mL : 1 buah
- Sikat tabung : 1 buah
- Botol semprot : 1 Buah
- Corong biasa : 1 buah
- Etiket-etiket
- Kertas saring
- Kertas atau lap
- Standar dan buret
B. Bahan:
- Larutan detergen
- 250 mL reagen A
- 100 mL HCl 0,1 N
- 100 mL NaOH 0,1 N

 Prosedur Kerja
            Sebelum kita mengenal alat serta tehnik penggunaan alat, maka alat-alat yang akan kita pakai terlebih dahulu dibersihkan. Membersihkan alat-alat yang kan dipakai itu adalah untuk mengukur volume larutan dengan tepat. Larutan sama sekali tidak boleh dikotorkan dengan zat yang berasal dari alat yang kurang bersih.
Tehnik membersihkan alat sebagai berikut:'

1. Cuci alat yang digunakan dengan air kran dingin sampai bersih
2. Bilas alat sekali lagi dengan menggunakan air suling. Hal ini dimaksudkan untuk menghilangkan zat-zat yang terlarut dalam air kran
3. Periksa apakah pada dinding alat tersebut masih menempel tetesan-tetesan air. Bila ada maka:

a. Cuci alat dengan menggunakan larutan detergen dengan air kran dingin
b. Hilangkan dtergen dengan air kran dingin
c. Hilangkan air kran dengan menggunkan air suling.

Catatan:
- Adanya tetesan air pada dinding alat/tabung menunjukkan adanya lemak pada tempat sabun tersebut.
- Jangan sekali-kali mencuci alat dengan air panas ataupun mengeringkannya dengan tanur pengering yang panas. Hal ini akan mengembangkan alat volumetrinya sehingga volume bertambah.
Setelah alat-alat tersebut selesai dicuci dan dikeringkan maka alat-alat itu siap untuk dipakai.

Yang harus dilakukan dalam praktikum ini adalah:
a. Bagaimana menentukan batas garis kalibrasi ?
b. Gambarkan bentuk-bentuk alat, cara penggunaan serta tujuan digunakan alat tersebut, meliputi:
a. Pipet
b. Buret
c. Labu takar

Alat-alat kimia lainnya ,seperti:
- Gelas kimia
- Tabung reaksi
- Kaki tiga dan kasa asbes
- Corong gelas
- Labu erlenmeyer
- Pinggan porselin
- Pipet tetes
- Kaca arloji
- Gelas piala

Pembahasan dan Hasil Pengamatan
A. Cara Penentuan Garis Kalibrasi
Garis batas adalag garis yang teratur pada leher labu takar yang menunjukkan batas permukaan cairan untuk mendapatkan volume cairan tertentu. Untuk mendapatkan pengukuran cermat, dasar maniskus cairan harus menyentuh batas garis ini bila dikaca pada ketinggian mata.
Pipet dibuat dengan perhitungan: Volume yang dimaksud tercapai bila dasar maniskus cairan tepat menyentuh garis batas.
Labu takar dibuat dengan perhitungan volume: volume yang dimaksud tercapai bila dasar maniskus cairan tepat menyentuh garis batas.

B. Penggunaan Pipet
- Pada waktu menyedot larutan dari gelas piala, ibu jari menekan tanda S pada pipet. Keluarkan pipet dari gelas piala. Pegang pipet tegak lurus di atas gelas piala untuk mengembalikan kelebihan larutan dalam pipet gelas piala. Dengan memutar pipetnya, biarkan larutannya perlahan-lahan menetets keluar sampai maniskusnya, dipandang pada ketinggian mata kita tepat menyentuh garis batas kalibrasi.
- Pindahkan pipet ke dalam labu titrasi (erlenmeyer) dengan ujung menyentuh labu titrasi yang dimiringkan. Tekan tanda E pada pipet dengan ibu jari, biarkan cairan keluar. Bila cairan sudah mencapai ujung lancip, lalu tunggu sampai 15 detik.

C. Penggunaan Buret
- Tuangkan larutan melalui corong ke dalam buret. Buka kran sebentar untuk mengisi lubang ujung lancip dan menghilangkan gelembung-gelembung udarayang mungkin ada di dalamnya. Ketok perlahan-lahan ujung lancip untuk menghilangkan gelembung-gelembung udara yang mungkin ada. Turunkan maniskus sampai garis yang terdekat.
- Lepaskan tetesan pada ujung lancip dengan menyentuh pada dinding gelas piala. Tangan kiri memegang kran dan tangan kanan memegang botol titrasi sambil menggoyang-goyangkannya.

D. Penggunaan Labu Takar
- Masukkan zat yang akan diencerkan ke dalam labu takar. Gunakan batang pengaduk yanmg bersih, untuk menuangkan air suling ke dalam labu, isi sampai tubuh labu penuh.
- Gunakan sekarang pipet tetes atau botol semprot
- Untuk menambahkan air suling setetes demi setetes sampai maniskus larutan tepat menyentuh garis, bila dipandang pada ketinggian mata.

E. Alat-alat Kimia
1. Gelas kimia untuk mengukur volume zat cair
2. Tabung reaksi , untuk malekukan percobaan reaksi kimia dalam bentuk larutan.
3. Kaki tiga sebagai tungku
4. Kasa asbes digunkan sebagai alas pada pemanasan alat-alat gelas.
5. Corong gelas digunkan sebagai corong jika memindahkan cairan yang cukup banyak
6. Labu erlenmeyer untuk menampung hasil penyulingan, memanaskan cairan dan lain-lain
7. Pinggan porselin untuk menguapkan larutan atau mengeringkan zat padat yang bas.
8. Pipet tetes untuk memindahkan beberapa tetes zat cair.
9. Bahan kegiatan praktikum atau bahan-bahan yang perlu diamati
10. Gelas kimia untuk wadah zat cair, membuat larutan-larutan.
Selengkapnya

Selasa, 28 Februari 2012

Peran Teknologi Informasi ICT Dalam Bidang Kesehatan dan Pengobatan

Penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Satu macam obat memiliki atribut yang sangat kompleks  mengakibatkan para pengguna obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan akurat. Berbagai upaya telah dilakukan di dunia informatika medis dalam mendukung pemenuhan informasi obat.
ImagePerkembangan teknologi di bidang kesehatan berimplikasi pada perkembangan jenis penyakit dan banyaknya macam dan jenis obat. Ketersediaan informasi obat yang akurat, benar dan up to date merupakan kebutuhan bagi penyedia layanan kesehatan maupun pasien dan masyarakat.
”Dengan menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang pengobatan dan kedokteran, bisa memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia. Keakuratan informasi yang dihasilkan ICT, diharapkan bisa mengurangi angka kematian” ungkap Wakil Rektor I, Nandang Sutrisno, SH., LLM., M.Hum.,Ph.D., saat membuka Seminar Ilmiah, yang bertemakan “Peranan Information and Communication Technology (ICT) di bidang Kedokteran dan Farmasi dalam Mendukung Keselamatan Pasien”, Sabtu, 9 April 2011.
Seminar yang dilaksanakan dalam rangka Milad Magister Teknik Informatika ke-1 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pengembangan ICT (sistem informasi dan sistem pendukung keputusan) terkini di bidang kedokteran dan farmasi, memberikan pengetahuan tentang perspektif keselamatan pasien dan masyarakat dalam pengembangan ICT serta memberikan pengetahuan tentang peran penyedia layanan kesehatan (dokter dan farmasis) dalam pemberian informasi obat.
Meskipun masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems (MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi dan kedokteran harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.
ImagePelayanan Kesehatan adalah sistem yang kompleks, peluang untuk terjadi kesalahan lebih besar. Kesalahan itu bisa terjadi karena faktor sistematik yang bisa berasal dari pasien, rumah sakit, peralatan, kerja tim maupun lingkungan. Jika sudah terjadi kesalahan, pasti akan dicari sapa yang salah dan siapa yang benar. Hal tersebut diungkapkan Prof. dr. Hari Kusnanto, M.Sc, DrPH., dari Program Doktor Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran UGM, saat menjadi keynote speaker.
“Diperkirakan 98.000 kematian tiap tahun akibat kesalahan yang dapat dihindari, 70% komplikasi akibat pelayanan medis dapat dicegah, Proses pelayanan kesehatan dipahami dari segi sistem bukan individu. Dalam hal ini, Teknologi informasi berperan penting sebagai agen perubahan” jelas dr. Hari Kusnanto.
Sementara itu, dari bidang Farmasi, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt., dari Fakultas Farmasi UGM, mengungkapkan, teknologi informasi juga mampu memberikan dukungan pengambilan keputusan dalam manajemen obat dan pengobatan. “Dengan ICT kesalahan dan ketidak akuratan dalam pemberian obat, bisa diminimalisir” jelas Prof. Zulies.
Seminar yang dihadiri oleh berbagai profesi seperti Dokter, Apoteker, Paramedis, Praktisi Tenaga Ahli Medis, Umum dan Mahasiswa S2 serta S1, diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Magister Teknik Informatika FTI UII bekerjasama dengan unit Continuing Medical Education Fakultas Kedokteran UII.
Dalam seminar ini, dilakukan juga Launching Website dan Launching Buku. Program Pascasarjana Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia.
Selengkapnya
 
Twitter Facebook Feedburner Google +1 youtube flickr
© Copyright 2012 Informasi Teknologi, Sejarah, Alam Wisata, Kesehatan Template Modify by INFORMASI KITA | Powered by Blogger.com.